Makalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
“Ikhwal Berdirinya Muhammadiyah”
Disusun oleh :
Bayu Satria Kusuma / 201210370311224
Rifky Pujiyansyah Suropaty / 201210370311225
Fengki Faradila / 201210370311229
Moch Syafiudin Nuha / 201210370311230
Hatta Karya Nugraha / 201210370311231
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014/2015
KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh, alhamdulillah rasa
syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan
kami kelancaran dalam pembuatan makalah ini dan selesai tepat pada waktunya.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah yang berjudul
“Ikhwal Berdirinya Muhammadiyah” yang bertujuan untuk memenuhi tugas dari mata
kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta memberi manfaat yang banyak bagi
pembaca untuk mengenal lebih jauh tentang awal berdirinya Muhammadiyah.
Melalui kata pengantar ini kami meminta maaf dan memohon
kemakluman bila ada kesalahan dan kekurangan dari makalah ini. Dan juga kami
berterima kasih kepada pembaca semoga makalah ini diberkahi banyak manfaat oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penulis
DAFTAR ISI
a. Latar
Belakang
Selama ini
terdapat kesalahpahaman sebagian masyarakat terhadap Muhammadiyah. Mereka
menganggap bahwa Muhammadiyah bertanggung jawab perpecahan yang berlarut -
larut di kalangan umat Islam. Sebab dengan berdirinya Muhammadiyah umat Islam
menjadi tekotak - kotak dan sulit dipersatukan. Timbulnya penilaian seperti itu
tidak terlepas dari keterbatasan pembacaan mereka terhadap kondisi bangsa
Indonesia khususnya umat Islam selama masa penjajahan.
Dalam konteks
kesejarahan, berdirinya Muhammadiyah merupakan tuntutan dan keharusan sejarah
agar bangsa Indonesia memiliki jati diri dan daya tawar yang tinggi di mata
penjajah. berdirinya Muhammadiyah sebenarnya didorong oleh kegelisahan dan
keprihatinan yang mendalam terhadap model dakwah dan pola pemikiran keagamaan
konvensional-tradisional saat itu.
Dalam doktrin
Islam disebutkan : “kuntum khairah ummah”, namun kenyataannya hampir
seluruh bangsa yang mayoritas penduduknya beragama Islam hidup dalam tekanan
penjajah. Oleh karena itu, KH. Admad Dahlan (nama kecil beliau Muhammad Darwis)
merasa perlu mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H.
Bertepatan dengan 18 November 1912 M. Secara garis besar faktor yang melatar
belakangi lahirnya Muhammadiyah antara lain dikarenakan :
- Kondisi internal umat Islam.
- Kondisi eksternal umat Islam .
b.
Rumusan Masalah
- Mengetahui kondisi internal dan eksternal umat islam ?
- Apa visi dan misi Muhammadiyah ?
- Bagaimana latar belakang pendiri Muhammadiyah ?
c.
Tujuan Penulisan
- Menjelaskan bagaimana internal dan eksternal umat islam.
- Menjelaskan visi dan misi Muhammadiyah.
- Menjelaskan latar belakang pendiri Muhammadiyah.
a.
Kondisi Internal Umat Islam
Keberagaman umat
Islam di Indonesia tak lepas dengan proses penyebaran islam di jawa. pada waktu
islam di jawa telah memiliki tradisi dan kepercayaan keagamaan yang merupakan
perpaduan antara tradisi dan kepercayaan tradisional yang telah berubah menjadi
adat dan istiadat bersifat agamis dengan bentuk mistik berjiwa Hindu dan Budha
(sinkritisme).
Tradisi Ini ikut berkembang seiring berkembangnya islam di pulau
jawa disebabkan para penyebar islam di jawa adalah para saudagar dari gujarat
dimana mereka merupakan bangsa dari India yang dalam kehidupan sehari harinya
terbiasa dengan kepercayaan animistik dan dinamistik serta ajaran tasawuf
dimana di ajaran tersebut nampaknya lebih memudahkan masyarakat jawa untuk
menerima dan mengingat ajaran tassawuf hampir sama unsur-unsur ajarannya dengan
kepercayaan masyarakat pra islam, jadi dengan kata lain penyebaran islam di
Indonesia bukan Islam yang pendekatannya dengan kekuatan nalar atau fikiran
melainkan lebih ke batin.
Faktor lainnya adalah keterbatasannya para penyebar agama Islam
yaitu Para Wali yang jumlahnya tidak mampu mencakup semua daerah di Jawa
sehingga di daerah plosok - plosok masih banyak yang belum terjamah oleh ajaran
agama Islam dan juga pengaruh kerjaan Hindu dan Budha yang sudah hidup
berjuta-juta tahun sebelum Islam datang ke Indonesia sehingga memaksa para
penyebar untuk bisa menyesuaikan diri dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh
kerjaan Hindu Budha.
Faktor internal lainnya yang berperan dalam berdirinya
Muhammadiyah bisa diambil dari kondisi perekonomian umat islam, solidaritas
sosial yang memudar antar umat Islam dan pendidikan umat Islam yang
memprihatinkan.
b.
Kondisi Eksternal Umat Islam
- Kebijakan
politik kolonial Belanda terhadap umat Islam
Sejak Belanda
mendarat di bumi Nusantara (sekitar 1556 M) kehidupan umat Islam mulai terusik.
Mengingat kedatangan mereka pertama kali mendarat di pelabuhan Banten dengan
kepala rombongan Cornelis De Houtman dan Dayer itu bermisi ganda, yaitu mereka
tidak saja ingin menguasai Nusantara yang terkenal dengan rempah - rempah
melainkan sekaligus ada unsur misi kristenisasi.
Sikap politik
lainnya dari kolonial Belanda terhadap umat Islam adalah pengawasan yang sangat
ketat terhadap hubungan umat Islam dengan dunia luar termasuk setelah umat
Islam berkenalan dengan pemikiran Pan-Islamisme dari Jamaluddin
Al-Afgani. Hal ini disebabkan ajaran Jamaludin Al-Afghani menekankan sebuah
eksistensi bangsa terutama umat Islam, serta dampat penjajahan negara jajahan.
Maka untuk
membatasi ruang gerak umat Islam, selain meminimalkan bahkan memutuskan sama
sekali hubungan umat Islam dengan dunia luar termasuk bagi umat Islam yang akan
menunaikan ibadah haji, penjajah kolonial Belanda mendirikan kelompok-kelompok
aliansi dari unsur masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menghadapi umat
Islam. Campur tangan kolonial Belanda terhadap perang Padri di Sumatra Barat
(tahun 1821-1838) dan perang Aceh (tahun 1872-1909) dengan memihak kaum adat
melawan para ulama’ merupakan bukti adanya aliansi dukungan Belanda.
2.
Pengaruh Perkembangan
Islam di Timur Tengah
Pengaruh gerakan
pembaharuan pemikiran Islam di Timur Tengah juga turut andil terhadap
berdirinya Muhammadiyah. Menurut Deliar Noer, gerakan reformasi intelektual
kaum Muslimin di Timur Tengah seperti Makkah dan Kairo sangat mempengaruhi
perkembangan Islam modernis di Indonesia. Pengaruh gerakan pembaharuan tersebut
antara lain melalui orang Indonesia sendiri yang secara kebetulan menunaikan
ibadah haji dan sekaligus mereka tetap bermukmin di tanah suci untuk menuntut
ilmu.
Dibelahan Timur
Tengah lainnya seperti Kairo dan Mesir ide - ide pembaharuan Muhammad Abduh
telah telah menyebar hampir keseluruh negara - negara Muslim atau negara -
negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam termasuk Indonesia melalui
penyebaran majalah “Al - Manar”. Diantara sekian banyak pembaca “Al-Manar” itu
terdapat seorang pembaca yang intens, yaitu KH. Ahmad Dahlan.
Selain pembaca
“Al - Manar” KH. Ahmad Dahlan juga pernah bermukim di Timur Tengah selama dua
tahun (1903 - 1905) untuk memperdalam berbagai disiplin ilmu keislaman.
Pergumulan secara langsung dengan ide - ide pembaharuan di pusat Islam (Timur
Tengah) telah mendorong KH. Ahmad Dahlan untuk mengadakan pembaharuan Islam di
Indonesia melalui organisasi yang didirikannya, yaitu Muhammadiyah.
Ide Pan-Islamisme
dari Jalaluddin Al-Aghani di Mesir turut memperkuat pemahaman pembaharuan Islam
di Indonesia terutama yang menyangkut keberadaan penjajah di tanah air. Maka
secara tidak langsung, kesadaran masyarakat Jawa untuk mengusir penjajah
Belanda tidak lain karena diilhami ajaran Jalaludin Al-Ghani tentang
eksistensi kemerdekaan bagi sebuah negara khususnya umat Islam.
H.A.R. Gibb
mengklarifikasi pembaharuan/pendidikan yang dilakukan Muhammad Abduh
(1849-1905) di Mesir, sebagai berikut :
a.
Membersihkan Islam dari pngaruh dan kebiasaan
asing
b.
Pembaharuan pendidikan tinggi Islam
c.
Reformulasi doktrin Islam dengan alam fikiran
modern
d.
Mempertahankan Islam dari pengaruh - pengaruh
Eropa dan serangan Kristen
Sementara H.A
Mukti Ali membuat rumusan, bahwa pembaharuan maupun pendidikan yang dilakukan
oleh K.H. Ahmad Dahlan berorientasi pada :
a.
Membersihkan Islam Indonesia dari pengaruh dan
kebiasaan yang bukan hukum Islam.
b.
Reformulasi doktrin Islam dengan pandanga alam
fikiran modern
c.
Reformasi ajaran Islam dan pendidikan Islam
d.
Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan
luar Islam
Muhammad Abduh
berkeinginan untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti sedia kala, tepatnya di
masa umat Islam menguasai peradaban dunia, baik bidang Kimia, Matematika,
Fisika, Kedokteran, Arsitektur, Filsafat, Seni dan sebainya. Pada dasarnya kedua
pandangan tersebut memiliki maksud yang sama, yaitu sama-sama ingin
meningkatkan sumber daya manusia umat Islam.
c.
Visi dan Misi Muhammadiyah
Sejak Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah
berkomitmen dengan perjuangan yang berorientasi pada :
- Menegakkan keyakinan “tauhid” yang murni sesuai dengan
Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. atau membersihkan amalan islam dari tradisi
dan kepercayaan yang bersumber dari selain Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
- Menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam yang bersumber pada
Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan sistem pnedidikan modern.
- Mewujudkan amalan-amalan islam dalam kehidupan
perorangan, keluarga dan masyarakat.
- Reformasi doktrin Islam dengan
pandangan alam pikiran modern.
Kemurnian ajaran islam (tauhid) mendapatkan perhatian tersendiri
dari Muhammadiyah karena bertauhid yang murni atau “tauhid” yang tidak
terkontaminasi oleh berbagai tradisi dan kepercayaan selain islam merupakan
perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga adanya keyakinan terhadap
kekuatan supranatural selain Allah, jelas bertentangan dengan ajaran Islam
(Syirik) dan termasuk dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah.
Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah bukan sekedar organisasi
semata, melainkan juga sebagai gerakan keagamaan yang didalamnya terkandung
sistem keyakinan, pengetahuan organisasi, praktek aktifitas yang mengarah pada
tujuan yang dicita-citakan.
Muhammadiyah sebagai organisasi memerlukan perekat yang kuat guna
mempertahankan nilai-nilai, sejarah, ikatan dan kesinambungan gerakan dalam
melaksanakan amal usah, di sinilah pentingnya ideologi.
Ideologi Muhammadiyah secara substansi terkandung dalam
“Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah” serta matan “Keyakinan dan cita-cita
Muhammadiyah”. Adapun fungsi ideologi dalam Muhammadiyah :
- Memberi arah tentang paham
Islam yang diyakini Muhammadiyah
- Mengikat solidaritas kolektif
antar warga Muhammadiyah
- Membangun kesamaan dalam
menyusun strategi perjuangan
- Membangun karakter warga
Muhammadiyah
- Saran memobilisasi anggota
Muhammadiyah
d. Profil
Pendiri Muhammadiyah
Pendiri Muhammadiyah adalah K.H. Ahmad Dahlan atau dikenal dengan
nama kecilnya yaitu “Muhammad Darwis”. Beliau lahir pada tahun 1868 dari
pasangan orang tua yang dikenal sebagai pemuka agama. Ayahnya Kyai Haji Abu
Bakar adalah seorang khatib dan Imam besar di Masjid besar Kesultanan
Yogyakarta, sedangkan ibunya bernama Siti Aminah anak seorang penghulu bernama
Haji Ibrahim.
a.
Kesimpulan
Muhammadiyah
adalah salah satu orgnisasi Islam pembaharu di Indonesia. Gerakan Muhammadiyah
yang dibangun oleh K.H. Ahmad Dahlan sesungguhnya merupakan salah satu mata
rantai yang panjang dari gerakan pembaharuan Islam.
Berkembangnya islam dipulau jawa dan bagaimana KH. ahmad dahlan
mengembangkan islam dari apa yang telah beliau pelajari dari majalah almanar
dan bermukim di timur tengah selama 2 tahun untuk memperdalam ilmunya, dari
situ beliau menyebarkan ilmunya kepada umat muslim dan mendirikan muhammadiyah
menurut pengetahuan yang beliau miliki, dari situ juga kita dapat mempelajari
bagaimana usaha beliau untuk memperjuangkan islam di negri asal beliau.
maksud dan tujuan Muhamadiyah itu sendiri yaitu Menegakkan dan
menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan
makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala
b. Saran
Menurut kami
sebaiknya isi dari literatur yang kami jadikan acuan ini menjelaskan secara
rinci bagaimana dan dimana Muhammadiyah didirkan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Tidak
hanya latar belakang berdiri Muhammdiyah.
c.
Kritik
Menurut kami
penjelasan pada literatur yang kami baca masih menjelaskan bagaimana berdirinya
Muhammadiyah dalam skala umum, belum terlalu memperinci bagaiamana dan dimana
Muhammadiyah didirikan. Hanya menjelaskan latar belakang berdirinya
Muhammadiyah secara garis besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar